Top Ad unit 728 × 90

News Ticker

recentposts
[kategori 1][slider][#000000]

HASIL IJTIMAK FASHLI 2015 Bagian 2

Jumat, 12 Juni 2015
  •          Pembacaan Akhbar Dakwah PALU-SULAWESI oleh Ust. Ahmad Zaini (terlampir)
  •          Pembacaan Akhbar Dakwah KALIMANTAN SELATAN (terlampir)
  •           Pembacaan Akhbar Dakwah NTB oleh Ust. Fauzan (tidak terlampir)
  •           Pembacaan Akhbar Dakwah PONTIANAK oleh Ust. Toha Al-Jufri (terlampir)


ROUHAH

Oleh Al-Habib Jindan bin Novel Bin Jindan


  • Hendaknya seorang da’i memiliki niat yang sunggh-sungguh dan tekad yang kuat, memahami sesuatu dari gurunya yang tidak semuanya bisa disampaikan kepada orang awam.
  • Dakwah itu tidak cukup dengan irtibath (hubungan dengan guru) saja tetapi harus indibath dan harus dilakukan terus menerus. Dan semua taujihat (pengarahan) guru harus dilakukan dengan semangat yang tinggi.
  • Diantara thariqah kita adalah menjaga adab, yaitu pembelaan, kasih sayang dan rahmat kepada orang mukmin, serta menghormati orang yang tua menyayangi yang muda,
  • Hendaknya seorang da’i bersifat Inshaf bukan Intishaf, yaitu menyalahkan orang lain karena tidak memenuhi hak dirinya dan dia sendiri melupakan hak orang lain. Dan jalan para guru-guru, begitu juga Baginda Nabi adalah Inshaf bukan Intishaf, seperti dicaci tetapi tidak balas mencaci, didholimi tdk mendholimi. Dan hendaknya seorang da’i tidak menunggu orang lain untuk menunaikan hak kepada dirinya,
  • Banyaknya orang-orang yang berdakwah di jalan Allah memiliki sifai iddi’a’ (mengaku-ngaku) yang hal itu tidak ada di dalam dirinya.
  • Dakwah yang paling penting adalah dengan lisan syariah, seperti : bagaimana amar makruf nahi mungkar, berdakwah di jalan Allah, bukan mengajak kepada gurunya atau thariqahnya, manhajnya dan golongannya.
  • Adapun lisan thariqah (sesuatu yang sifatnya gaib), hendaknya disampaikan di majelis khusus, tidak kepada orang awam. Yaitu menyampaikannya kepada gurunya sendiri, atau kepada ulama yang satu masyrab (manhaj) dengannya. Dan hendaknya seorang da’i mengajak bicara orang-orang dengan lisan dakwah mereka dan menempatkan dirinya sesuai dengan keadaan mereka.

 Pertanyaan :

      1.    Apakah tamasuuk bin manhaj syekh bersifat mutlak atau ada kesempatan ijtihad?

  • Berkata Al-Habib Ahmad bin Hasan Al-Atthas : “Sesuatu yang sudah dibuat oleh salafus shaleh tidak diperbolehkan dirubah kecuali jika ia sudah menjadi salaf, maknanya setingkat dengan para salaf. Akan tetapi apabila dibenturkan dengan keadaan yang sangat darurat maka hendaknya meminta izin kepada guru dan bermusyawarah dengannya.
  • Dan apabila ia menjadi penterjemah, hendaknya ia menterjemahkan dengan lafadz yang tidak jelas-jelas menyebutkan golongan atau nama seseorang.
  • Adapun demonstrasi, maka hal itu bukanlah manhaj kita dan kita tidak mengingkari masalah demo atas kemungkaran tersebut.

 2. Majelis Al-Wafa adalah ikatan para alumni dan orang-orang yang muhtammina bid dakwah. Apakah yang sudah kita lakukan dengan membaca kalam Al-Habib Umar saja, menceritakan perihal beliau saja atau yang lainnya akan menjadikan sebuah istitsqal (keberatan) kepada alumni yang lain?

  • Pada hakikatnya, semua yang dikatakan oleh Al-Habib Umar hanyalah niyabah dari Baginda Rasulullah SAW. Dan ucapan tersebut diikuti oleh para salaf dan akhirnya diucapkan oleh guru kita.

-           PEMBAHASAN 4

      SOLUSI UNTUK TOLABAH YANG DIEVAKUASI

  •          Adanya perhatian dari Al-wafa terhadap para tolabah yang dievakuasi yaitu dengan cara mencari data mereka.
  •          Mendata anak-anak yang sudah dievakuasi dan membuat surat resmi untuk mereka yang tujuannya meminta kepada pemerintah untuk mengembalikan tolabah ke yaman untuk kembali belajar di Yaman. Adapun yang diperlukan :

  1. Ijazah terakhir
  2. Pernyataan orang tua yang menyatakan kesanggupan dan disertai materai
  3. Surat resmi dari Darul Mustofa untuk siap menerima kembali tolabah, lengkap dengan nomor paspor, dan surat resmi pernyataan dari Jakarta
  4. Surat rekomendasi dari DEPAG dan diajukan ke DEPLU untuk dikembalikan ke Yaman.

  •           Mengundang semua tolabah yang dievakuasi untuk duduk bersama dan menanyakan aktifitas mereka selama ini

KELUHAN-KELUHAN YANG BERKAITAN DENGAN MANHAJ DARUL MUSTAFA SAAT INI

Solusi : 
  1. Menjadwalkan duduk langsung dengan Al-Habib Umar tentang permasalahan ini dan menanyakan tentang manhaj taklim yang ada di Darul Mustafa saat ini
  2. Hendaknya kepada para mudir ma’had mewajibkan santri dan pengajarnya di dalam tugas belajar mengajar di dalam menggunakan bahasa arab
  3. Seseorang apabia ingin masuk ke DM hendaknya belajar di pondok pesantren yang manhajnya sama dengan DM
  4. Hendaknya seorang santri memiliki catatan taklim yang sudah dipelajari sebelum berangkat



HASIL IJTIMAK FASHLI 2015 Bagian 2 Reviewed by Al Wafa on 12:09 PM Rating: 5

No comments:

All Rights Reserved by Alwafa Indonesia © 2015

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.