Top Ad unit 728 × 90

News Ticker

recentposts
[kategori 1][slider][#000000]

Mengenal Rasulullah Melalui Cinta Kepada Ahlul Baitnya

MENGENAL RASULULLAH SAW
MELALUI CINTA KEPADA AHLUL BAITNYA


    Segala puji bagi Allah SWT Pencipta manusia yang bersuku-suku dan berkelompok-kelompok. Shalawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, seorang yang paling dimuliakan kelompok dan golongannya, leluhurnya dan keturunan setelahnya. Semoga tercurahkan juga kepada keluarganya, para sahabatnya, dan pengikutnya hingga kelak nanti.
Allah SWT menciptakan manusia beraneka ragam, dan menjadikannya bergolongan-golongan dan berkabilah-kabilah, tidak lain tujuannya agar saling mengenal satu dengan yang lainnya. Diantara golongan tersebut ada yang dijadikan oleh Allah lebih mulia daripada golongan yang lain. Dan hal itu merupakan fadl ikhtisos (keistimewaan khusus) yang Allah anugerahkan kepada hamba yang dipilih-Nya.
            Sebagaimana Allah telah menjadikan semua masjid di dunia ini sama di dalam keutamaan dan kemuliaannya, akan tetapi Allah memberi keutamaan lebih kepada Masjidil Haram, Masjid Al-Aqsa dan Masjid Nabawi. Begitu pula Allah menjadikan semua nasab dan keturunan manusia di dunia ini sama di dalam derajatnya, akan tetapi Allah melebihkan derajat dan keutamaan kepada nasab Ahlul Bait yang bersambung kepada Baginda Muhammad SAW. Hal ini bukan menunjukkan ketidak adilan Allah dengan membedakan satu golongan terhadap golongan yang lain, namun inilah letak keadilan Allah yang telah menempatkan sesuatu sesuai dengan tempatnya.
Dan sesuatu yang bergandeng namanya dengan sesuatu yang mulia pasti akan menjadi mulia. Bukankah Masjid Nabawi yang bergandeng namanya dengan Nabi Muhammad SAW menjadi mulia karena Nabi? Begitu pula nasab keturunan beliau menjadi mulia sebab beliau SAW. Allah SWT berfirman :

إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى آدَمَ وَنُوحًا وَآلَ إِبْرَاهِيمَ وَآلَ عِمْرَانَ عَلَى الْعَالَمِين
Sesungguhnya Allah telah memilih Adam dan Nuh dan keluarga Ibrahim dan keluarga Imran dari segenap umat manusia[1] 
          Jika Allah telah memilih keluarga Ibrahim dan keluarga Imran diantara segenap manusia apakah Allah tidak akan memilih keluarga Nabi Muhammad SAW sedangkan beliau adalah sebaik-baik Nabi dan Rasul ?[2]
            Para ulama telah sepakat bahwa Ahlul Bait Rasulullah adalah mereka keturunan dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA, keturunan Sayyidina Abbas bin Abdul Mutthalib, keturunan Sayyidina 'Aqil bin Abi Thalib dan keturunan Sayyidina Jakfar bin Abi Thalib. Merekalah yang dimaksud oleh Allah SWT dalam Al-Quran[3] :

إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا
Sesungguhnya Allah ingin menghilangkan kotoran (kotoran yang bersifat maknawi seperti syirik dan kejekan) dari kalian wahai para Ahlul Bait dan mensucikan kalian sesuci-sucinya[4]

            Rasul SAW telah mewasiatkan kepada umatnya perihal Ahlul Bait. Beliau tinggalkan 2 perkara yang dengan keduanya Umat Muhammad tidak akan tersesat selama-lamanya, beliau SAW bersabda :

أَمَّا بَعْدُ أَلاَ أَيُّـهَا النَّاسُ فَإِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ يُوْشِكُ أَنْ يَأْتِيَ رَسُوْلَ رَبِّيْ فَأَجِيْبُ وَأَنَا تَارِكٌ فِيْكُمْ ثَقَلَيْنِ أَوَّلُهُمَا كِتَاُب اللهِ فِيْهِ الْهُدَى وَالنُّوْرُ فَخُذُوْا بِكِتَابِ اللهِ وَاسْتَمْسَكُوْا بِهِ فَحَثَّ عَلَى كِتَابَ اللهِ وَرَغِّبْ فِيْهِ ثُمَّ قَالَ وَأَهْلُ بَيْتِيْ أُذَكِّرُكُمُ اللهَ فِي أَهْلِ بَيْتِيْ أُذَكِّرُكُمُ اللهَ فِي أَهْلِ بَيْتِيْ أُذَكِّرُكُمُ اللهَ فِي أَهْلِ بَيْتِيْ
    
        Adapun setelahnya.., ketahuilah wahai manusia sesungguhnya aku hanya seorang manusia yang diberi risalah oleh Tuhanku kemudian aku menyampaikannya. Dan aku tinggalkan untuk kalian 2 perkara yang agung : yang pertama adalah Kitab Allah yang di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya, maka ambillah Kitab Allah (Al-Quran) dan berpegang teguhlah kalian dengannya; dan (yang kedua) Ahlul Baitku, Aku ingatkan kalian kepada Allah terhadap Ahlul Baitku, Aku ingatkan kalian kepada Allah terhadap Ahlul Baitku, Aku ingatkan kalian kepada Allah terhadap Ahlul Baitku[5]

Beliau SAW menjadikan kecintaan terhadap Ahlul Bait sebagai tangga mencapai kecintaan kepada beliau. Banyak hadist-hadits yang menganjurkan agar Umat Muhammad mencintai Ahlul Bait, hal ini tidak lain karena mulianya Baginda Muhammad SAW dan keturunannya, beliau bersabda :

أَحِبُّوْا للهَ لمِاَ يَغْدُوْكُمْ بِهِ مِنْ نِعَمِهِ وَ أَحِبُّوْانِيْ بِحُبِّ اللهِ وَ أَحِبُّوْا أَهْلَ بَيْتِيْ بِحُبِّيْ
Cintailah Allah sebagaimana ia telah memberikan nikmat kepada kalian, dan cintailah aku (Rasulullah) karena kecintaan kalian kepada Allah, dan cintailah Ahlul Baitku karena kecintaan kalian kepadaku[6]

Apabila seseorang cinta kepada orang lain, pasti sesuatu yg dicintai orang tersebut akan mencintainya juga. Seperti para sahabat baginda Muhammad, mereka menggapai kecintaan Nabi dengan teguhnya keimanan dan besarnya kecintaan mereka kepada keluarga Nabi. Coba lihat bagaimana Sayyidina Abu bakar As-Shiddiq menyeru kepada umat ini :

ارْقُبُوا مُحَمَّدًا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي أَهْلِ بَيْتِه
Jagalah, hormatilah dan muliakanlah Ahlul Bait (keluarga) Rasulullah SAW[7]

Maka lihatlah bagaimana orang-orang dahulu cinta kepada Ahlul Bait. Mereka mengorbankan semuanya untuk meraih kecintaan kepada para keturunan Rasulullah SAW, hingga mereka mendapatkan anugerah dari Allah sebagaimana yang dijanjikan oleh Rasul-Nya. Cukuplah perkataan seorang ulama yang berkata :

فَازَ كَــلْبٌ بِحُبِّ أَصْحَابِ كَهْفٍ # فَكَيْفَ أَشْقَى بِحُبِّ آلِ مُحَــمَّدِ
Seekor Anjing menjadi beruntung karena cinta kepada Ashabul Kahfi #
Bagaimana mungkin seseorang akan celaka dengan mencintai keluarga Muhammad SAW

            Dikisahkan bahwa dahulu seorang ulama yang bernama Syekh Muhammad bin Abu Bakar Abbad ketika ada seorang keturunan Rasul yang masuk ke Kota Syibam di Negeri Yaman, meski beliau tidak mengetahui kedatangannya dan tidak mendengar kedatangannya, beliau berkata kepada pembantunya : “Lihatlah kalian di Kota ini, apakah ada seorang dari Bani 'Alawi (Keturunan Rasulullah yang lebih dikenal dengan sebutan Sayid atau Habib) yang masuk ke dalam Kota ini beberapa hari kemarin?”. Apabila ada, maka beliau akan membantunya dan memenuhi kebutuhannya. Ketika beliau ditanya : “Dari mana engkau mengetahui hal itu wahai syekh?” Beliau menjawab : “Sungguh aku mencium bau harum Rasulullah SAW masuk ke dalam kota ini”.[8]
            Itulah keutamaan yang Allah berikan kepada orang yang bersungguh-sungguh mencintai keluarga Nabi. Tidak akan pernah celaka orang yang mencintai keturunan beliau. Sebab hakekat cinta tersebut untuk meraih cinta Rasul SAW. Dan dengan kecintaan kepada beliau akan mendatangkan cinta dari Allah SWT
            Semoga Allah SWT menganugerahkan kepada kita kecintaan hakiki kepada keluarga Nabi hingga membuahkan cinta dari Nabi Muhammad kepada kita. Amin..





[1] Q.S. Al-Baqarah : 33
[2] Az-Zahrah Al-Athirah fi Hadits Al-‘Ithrah, hal : 82
[3] Sirah Alu Bait An-Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam Ahbab Ar-Rasul, hal : 12
[4] Q.S. Al-Ahzab : 33
[5] Shahih Muslim, hadits : 2408, hal : 1312
[6] Tuhfah Al-Ahwadzi bisyarh Jami’ At-Tirmidzi, Juz 1, hal : 198
[7] Shahih Al-Bukhari, Juz 3, Hadits : 3713, hal : 579
[8] Dhuhur Al-Haqaiq, hal : 171
Mengenal Rasulullah Melalui Cinta Kepada Ahlul Baitnya Reviewed by Unknown on 3:21 PM Rating: 5
All Rights Reserved by Alwafa Indonesia © 2015

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.