Top Ad unit 728 × 90

News Ticker

recentposts
[kategori 1][slider][#000000]

Sekilas Tentang Thariqah Alawiyah

Sekilas Tentang Thariqah Alawiyah


            Segala puji bagi Allah SWT Dzat Pencipta Semesta Alam, Shalawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada Baginda Muhammad SAW, juga kepada keluarganya, para sahabatnya dan para pengikutnya.
            Ketahuilah bahwa Thariqah Alawiyah adalah salah satu thariqah yang berlandaskan kepada Al-Quran dan Sunnah Nabi SAW. Thariqah tersebut adalah paling bagusnya thariqah. Sebab di dalamnya terkumpul semua asas thariqah lainnya. Dan semua sir (rahasia) yang ada, telah tercakup dalam thariqah alawiyah ini. Salah satu keistimewaan thariqah ini adalah sumbernya yang langsung berasal dari Rasulullah SAW, baik dalam sanad keilmuan, zikir, ilbas, talqin maupun dalam sanad yang lainnya, sambung menyambung tiada putus lintas generasi manusia-manusia mulia keturunan Nabi SAW.

Ø  Asal Mula Thariqah Alawiyah
Thariqah Alawiyah awal mulanya adalah thariqah Ahlul Bait Nabi yang sejak dahulu sudah ada. Sedangkan penamaannya dinisbatkan kepada Alawi bin Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir. Thariqah ini memiliki dua sanad yang menyambung ke Rasulullah. Sanad yang pertama adalah sanad thariqah yang terwarisi secara turun menurun dari para keturunan Nabi, yaitu Faqih Muqaddam mengambil sanad dari ayahnya Al-Habib Ali, dan ia mengambil dari ayahnya pula Al-Habib Muhammad Sohib Marbath, hingga terus ke kakek mereka Al-Imam Ahmad bin Isa Al-Muhajir, lalu kepada ayahnya Isa bin Muhammad, kemudian Muhammad bin Ali Al-Uraidhi, dan Ali bin Jakfar As-Shodiq,  hingga terus kepada Imam Ali bin Abi thalib, dan menyambung kepada Rasulullah SAW. (Lihat Dhuhur Alhaqaiq fi bayani At-Tharaiq, hal 86)
Sedangkan sanad yang kedua yaitu Faqih Muqaddam mengambil sanad dari Syekh Abi Madyan Al-Maghrabi, ia mengambil dari gurunya Al-Imam Abi Ya'za, hingga terus kepada Imam Al-Ghazali, lalu Imam Haramain,  dan bersambung terus kepada Imam Junaid Al-Baghdadi, hingga kepada Sayyidina Hasan Al-Bashri yang beliau mengambil langsung kepada Imam Ali bin Abi Thalib, dan beliau mengambil dari Rasulullah SAW. (Ibid, hal:  88)
 Adapun mursyid thariqah ini adalah Al-Qutb Al-Ghauts Al-Faqih Muqaddam Muhammad bin Ali Ba’alawi (wafat 653 H), yang kemudian terwarisi kepada anak keturunannya yang mulia, seperti Al-Habib Abdullah bin Abu Bakar Alydrus (wafat 863 H), Al-Habib Umar bin Abdurrahman Al-Atthas (wafat 1072 H), Al-Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad (wafat 1132 H), dan para tokoh Bani Alawi lainnya sampai detik ini.

Ø  Asas Thariqah Ba’alawi
Thariqah Alawiyah adalah thariqah yang menekankan perhatiannya kepada ilmu dan amal, akhlak dan perangai, pembersihan hati dari semua penyakit dan kotoran, serta kesempurnaan mengikuti sunnah Rasulullah SAW secara lahir dan batin.
Adapun fondasi thariqah alawiyah, sebagaimana dikemukakan Al-Habib Ahmad bin Zein Al-Habsyi, adalah : “Thariqah sadah bani Alawi berlandaskan kepada : ilmu, amal, wara' (berhati-hati terhadap hal yang syubhat lebih-lebih yang haram), khauf (takut kepada Allah), dan ikhlas”.(lihat Al-Manhaj As-Sawiy,  hal: 47). Fikih mereka syafi’iy, Akidah mereka ahlus sunnah wal jamaah, Tasawuf dan akhlak mereka sesuai tasawuf Imam Ghazali.
Thariqah Alawiyah ini juga menekankan dakwah ilallah, mengajak manusia kembali kepada Allah, melalui lisan, tulisan dan tauladan. Thariqah ini juga mencurahkan perhatian kepada maqomat yang bisa dicapai oleh orang yang meniti jalan (baca : salik) menuju Allah, dengan bersifat zuhud dari dunia, wara’ dalam segala hal, tawakal dalam beramal, qana’ah (puas) dengan ketentuan Allah, sibuk memperbaiki hubungan dengan Allah dan Rasul-Nya, serta bersikap khumul (menjauhi ketenaran) di tengah manusia. Semua itu diwariskan dari generasi ke generasi dengan tarbiyah dan didikan yang baik.
Oleh sebab itu, seyogyanya Ahlul Bait mengikuti salaf mereka di dalam berthariqah dan beramal. Sebab, seluruh kebaikan terkumpul di dalam mengikuti salafus shaleh, datuk-datuk mereka yang takwa dan mulia. Janganlah menyimpang dari thariqah ini, sebab hal itu bisa menjadikan seseorang tersesat di dalam berthariqah. Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi mengatakan :
مَنْ لاَ سَلَكَ فِيْ طَرِيْقِ أَهْلِهْ تَهَيَّمْ وَ ضَاعْ
“Barang siapa yang tidak mengikuti jalan keluarganya maka ia akan bingung dan tersesat”

Al-Habib Abdullah bin Muhsin Alatas (Empang, Bogor) berkata : “Barang siapa menyimpang dari thariqah salafnya maka ia terhijab meskipun thariqahnya benar, sebab siapa yang menyimpang dari thariqah para pendahulunya seakan-akan ia durhaka kepada mereka”.
Al-Habib Zein bin Ibrahim bin Sumaith mengatakan : “Aku memperingatkan kepada diriku pribadi dan para keturunan Nabi untuk tidak menyimpang dari jalan para salafus shaleh, atau memilih thariqah selain thariqah Ba’alawi.., bagaimana seseorang akan berpaling dari jalan mereka sedangkan mereka adalah orang-orang yang telah mengikuti al-Quran dan as-Sunnah dengan istiqamah”.
Maka hendaklah para keturunan Nabi lebih meningkatkan diri di dalam menuntut ilmu agama, hiaslah diri dengan akhlak yang mulia, tinggalkan akhlak yang buruk, ikuti salaf dengan semangat yang tinggi, hingga mencapai apa yang telah dicapai para pendahulunya dan membuat senang hati Rasulullah SAW dan salafus soleh .

مِمَّا يَسُرُّ الْقَلْبَ مِنِّيْ لُزُوْمُكُمْ # طَرِيْقَةَ أَبَائِيْ وَأَهْلِيْ وَأَجْدَادِيْ
وَهَا هِيَ أَعْمَالٌ خَلَتْ عَنْ شَوَائِبٍ # وَعِلْمٌ وَأَخْلاَقٌ وَكَثْرَةُ أَوْرَادِيْ
“Adapun yang membuat hatiku senang adalah tetapnya kalian #
di dalam thariqah ayahku, keluargaku dan leluhurku
Itulah: 1.amal-amal soleh yang terbebas dari cacat dan cela #
dan 2.ilmu dan 3.akhlak, serta 4. banyak membaca wirid
Sekilas Tentang Thariqah Alawiyah Reviewed by Unknown on 11:27 AM Rating: 5
All Rights Reserved by Alwafa Indonesia © 2015

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.