Top Ad unit 728 × 90

News Ticker

recentposts
[kategori 1][slider][#000000]

Hasil Ijtimak Alwafa Biahdillah 2016

HASIL IJTIMAK FASHLI
Tgl 31 Mei, 1 dan 2 Juni 2016
Di Batu – Malang

MATERI 1 : Manajemen Dakwah
(Oleh : Bapak Bashori Alwi)


· Sekedar pengetahuan mendasar bahwasanya basic dan latar belakang pembinaan mental serta moral anak bangsa ada di pondok pesantren, bukan melalui pendidikaN umum ataupun bangku sekolah
· Eksisnya pondok pesantren yang ada selama ini sebab didukung karena 2 faktor :
1. Kharisma pengasuh, Kharisma pengasuh menjadi figur bagi santri setiap harinya yang nantinya ia akan menjadi pengayom umat 
2. Sistem manajemen, sistem manajeman yang tertata rapi bisa menjadikan dakwah teratur dan terorganisir sehingga bisa mencapai target dan tujuan
· Pentingnya manajemen dalam setiap segi kehidupan, baik dimulai dari manajeman Allah kepada makhluknya dari setiap ketentuan-Nya, lalu manajemen tubuh dari seorang insan yang berpusat pada hati nurani
· Umat Islam hanya bisa berkumpul akan tetapi belum bisa teratur dari berbagai hal
· Dalam Al-Quran disebutkan : “Sesungguhnya Allah menyukai orang yang jihad fi sabilillah dalam barisan teratur” . Maksud dari barisan teratur yaitu dengan cara menghilangkan perbedaan dan menyatukan persamaan.
· Pentingnya membangun komunitas dakwah dengan membangun peta dakwah atau laboratorium dakwah
· Pentingnya perhatian da’I kepada orang awam yang tidak tersentuh ilmu, tentunya melalui pendekatan sosial, bukan pendekatan agama terlebih dahulu

Pertanyaan :
  1. Kasus seorang kyai yang bisa mengasuh 120 santri, 90 orang diantaranya gratis, dan hanya 20 orang yang bayar, bagaimana mengatur manajemennya?
  2. Bagaimana membangun manajemen pesantren baru dalam waktu 8 bulan?
  3. Siapa figur dalam membangun karakter manusia yang berbeda-beda di zaman sekarang?

Jawab : 
  1. Seorang da’i hendaknya tidak boleh berpikir bahwasanya sesuatu tersebut tidak akan pernah bisa dicapai, akan tetapi semua itu pasti bisa dicapai, dan Allah pasti akan membantu, yang penting sekali adalah melangkah dan terus melangkah
  2. Mewujudkan yang target dari yang kecil dan mudah terlebih dahulu, tidak menunda aktifitas sekecil apapun di dalam membangun dan mencapai target dakwah
  3. Zaman sekarang semua orang pasti akan mengangkat orang lain yang diyakininya menjadi figur, akan tetapi hendaknya dibangun persatuan terlebih dahulu, yang nanti dengan sendrinya akan timbul figur yang pantas dalam gerakan tersebut. 

MATERI 2 : Nabawi TV
(Oleh : Habib Muhsin Al-Hamid)


·  TV Nabawi adalah hasil usaha dakwah media yang ada di Indonesia saat ini berasaskan Ahlussunnah wal Jamaah
·  Tidak adanya televisi islami yang dapat menyentuh masyarakat muslim indonesia secara akidah Ahlus Sunnah, maka terwujudnya TV Nabawi ini sebagai wadah media televisi yang bisa dijadikan acuan dan rujukan masyarakat muslim Indonesia
·  TV Nabawi sudah meminta kepada beberapa TV local untuk bergabung dan bekerja sama di dalam mengisi acara-acara islami
·  TV Nabawi membuka kesempatan kepada para alumni dan peserta Ijtimak untuk turut andil, bergabung, mendukung serta membantu kegiatan TV Nabawi, baik dengan cara menyiapkan SDM yang ada, atau membuat video taklim, atau yang lainnya
· TV Nabawi berharap kepada para alumni dan peserta Ijtimak di dalam memberikan ide dan masukan agar TV Nabawi menjadi lebih baik dan berkembang

Pertanyaan :

1. Bagaimana membentuk SDM yang bisa membuat mengatur stasiun televise seperti TV Nabawi yang ada? Apakah TV komunitas punya acara sendiri atau hanya menyampaikan acara TV Nabawi pusat?

Jawaban :

1. TV Nabawi pada hakikatnya punya semua umat muslim, semua orang yang ada sekarang hanya berkhidmah disitu. Adapun untuk pelatihan SDM hendaknya mereka yang berminat bisa mengirimkan orang ke Jakarta dan belajar tentang TV Nabawi disana
· Masalah TV komunitas, jika di dalam program TV Nabawi tidak ada program yang dibuat TV komunitas maka boleh-boleh saja ditayangkan di stasiun komunitas tersebut

Masukan : 

· TV Nabawi hendaknya bisa menayangkan beberapa macam acara, yang tentunya tidak semuanya taklim
·  Untuk jangka pendek, hendaknya setiap alumni atau para peserta Ijtimak bisa mengirimkan orang-orang yang siap untuk rekaman acara baik tentang pembahasan khusus seperti Fiqih Kewanitaan, Hak Warisan, dan lain-lain untuk diliput kemudian ditayangkan dalam acara TV Nabawi
·   Memsosialisasikan TV Nabawi dari alumni dan peserta Ijtimak yang hadir ini yang tujuannya nanti untuk mengenalkannya ke majelis-majelis mereka
·  Menentukan materi acara yang disampaikan sehingga terorganisir dan mengarah
·  Membuat rekaman pembelajaran untuk TV Nabawi 

MATERI 3 : PENYAMPAIAN PROGRAM AL-WAFA
(Oleh : Ust. Ubaidillah Khalid)

Program kerja Al-Wafa mencakup beberapa hal diantaranya :
1. Membuat program kerja ke depan
2. Mencari solusi yang terjadi diantara alumni 
3. Memahami fiqih dakwah dan interaksi dengan umat

Pertanyaan :

1. Bagaimana menjaring alumni lain di dalam Forum Al-Wafa dan bagaimana kita bisa membuat wadah khusus alumni?

Jawaban

1. Diantaranya memasukkan keluarga kita dari alumni lain, baik santri, mudarris pondok kita untuk berkhidmah di Al-Wafa 
2. Hendaknya tidak mementingkan nama forum atau organisasi Al-Wafa, akan tetapi melaksanakan program dari Habib Umar tanpa harus mengunggulkan nama forum 
3. Menjadikan para masyaikh alumni lain sebagai guru kita di Al-Wafa

Masukan dan Saran 

· Memasukkan alumni lain ke dalam struktur kepengurusan Al-Wafa
· Memulai memasukkan para masyaikh ke musyrif ‘am sehinga bisa menjaring para alumninya
· Cukup menjalankan program Al-Wafa saja dan membagi pekerjaan kepada alumni lain
· Menitik beratkan kepada amal Al-Wafa bukan mementingkan simbol majelis dan forum
· Meminta kepada ashab syuro untuk mengadakan hubungan dengan alumni lain yang yang dipandang baik itu dari teman alumni Rubath Tarim, Habib Zein bin Sumaith, dll
· Menjadikan Al-Wafa sebagai forum khusus alumni dan menjdikan semua masyaikh tetap sebagai musyrif ‘am, atau kalaupun perlu dibuat lembaga baru
· Menyatukan pekerjaan di dalam menyelesaikan problem, dan mengadakan kegiatan-kegiatan yang bisa mengajak alumni lain
· Mengadakan acara perkumpulan dakwah ketika datang tamu seperti Habib Salim As-Syathiri, Habib Zein Bin Sumaith dengan nama Al-Wafa secara resmi
· Tidak mencari solusi terlebih dahulu akan tetapi melaksanakan perintah dan menjadikan setiap perkumpulan mantiqi juga mengundang alumni lain
· Adanya saling ziarah dengan alumni lain dan mengajak kerja sama dakwah 
· Ashab siapa pun yang diundang ke daerah timur hendaknya atas nama Al-Wafa meskipun itu bukan undangan dari Al-Wafa, minimal bisa melaporkan dakwah yang ada

MATERI 4 : Mengenal Langkah Aliran Sesat di Indonesia
(Oleh : DR. Muhammad Baharun)


· Jauhnya pemikiran Syiah dan Wahabi tentang akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah yang mereka nukil dari tafsir yang tidak jelas
· Tidak adanya Ushulut Tafsir yang menjadi standard para ulama di dalam merumuskan akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah
· Adapun Hadits sudah memiliki Ushulul Hadits yang menjadi tolak ukur umat
· Kesempitan pemahaman yang mereka tumbuhkan di tengah umat adalah musibah bagi orang muslim
· Syiah mengalami transformasi, mereka berhasil masuk dan tersebar karena revolusi negara mereka dahulu
· Syiah memiliki banyak perangkap untuk orang muslim dengan cara mengadakan acara yang jarang digunakan oleh orang muslim secara umum, seperti Milad Fatimah, dll
· Pemahaman IMAMAH yang diyakini Syiah dan dimasukkan ke dalam rukun Islam mereka tidak memiliki dalil dalam agama
· Syiah membentuk pemikiran mereka dari pemahaman Mu’tazilah
· Masuknya Syiah ke dalam akademisi melalaui kajian filsafat dan sebagainya
· Perlunya strategi dakwah dalam menghadapi pemahaman Syiah dan Wahabi
· Penguatan pemahaman Ahlus Sunnah wal Jamaah kepada umat di dalam membentengi akidah umat dari pemahaman Syiah, Wahabi dan lainnya

Pertanyaan :
  1. Mengapa NU lebih condong membela Syiah?
  2. Ada berapa macam Syiah di Indonesia?
  3. Apakah Syiah dijadikan tangan-tangan oleh Amerika untuk menghancurkan umat Islam?, Apakah hal ini diketahui oleh BIN tentang kondisi semacam ini?
  4. Bagaimana langkah syiah dalam merekrut anggotanya, baik secara awam, akademisi, atau yang lainnya? Dan apa saja media yang mereka miliki?
  5. Syiah itu Islam atau bukan? Kalau muslim bisa kita perlakukan sebagaimana saudara semuslim ?
Jawaban:
  1. NU di Indonesia ada dua; Struktural dan Kultural, adapun Struktural adalah PBNU dan merekalah yang lebih dikenal lebih condong kepada Syiah, bisa jd bukan karena akidah mereka tapi pengaruh financial yang diberikan kepada mereka
  2. Syiah di Indonesia hanya 1 yaitu Syiah yang orientasinya ke Iran. Namun ada 3 macam Syiah, Syiah Ideologi (Syiah yang akidahnya bertentangan dengan Ahlus Sunnah wal Jamaah), Syiah Susi (pemahaman yang campur aduk, terkadang dia ikut ibadah Syiah terkadang juga Ahlus Sunnah wal Jamaah, Syiah Simpatisan (mereka yang simpatik dengan pemikiran syiah tapi tidak ikut akidahnya) 
  3. Mungkin sekali ada keterlibatan Amerika terhadap Syiah di dalam menghancurkan NKRI Indonesia secara umum, dan umat muslim secara khusus. Dan sepertinya BIN dan lembaga Intelejen lainnya mengetahui perkembangan hal ini
  4. Membelokkan pemahaman masyarakat melalui acara majelis, baik dengan menyusupkan kecintaan Ahlul Bait ataupun yang lainnya
  5. Syiah itu aliran sesat yang hendaknya dihadapi dengan muamalah lembut dan tidak keras





Hasil Ijtimak Alwafa Biahdillah 2016 Reviewed by Unknown on 1:41 PM Rating: 5
All Rights Reserved by Alwafa Indonesia © 2015

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.