Top Ad unit 728 × 90

News Ticker

recentposts
[kategori 1][slider][#000000]

SANG CAHAYA TARIM PENYEJUK HATI


Alam seperti memanggil akan kedatangannya, sosok panutan bagi segenap ummat islam pecinta Rasulullah SAW diakhir zaman ini, dengan sifat kelembutannya, ketawaduannya (rendah hatnyai), kewara’annya (kehati-hatiannya), dengan sirr (rahasia) yang terpencar dari lubuk hatinya yang paling mendalam, yang membuat ummat islam semakin merindu dengan sosoknya yang selalu membuat hati setiap ummat islam menjadi sejuk dan selalu mengingat Allah SWT dan Rasulullah SAW. Engkaulah panutan didalam kecintaan (mahabbah) kami kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW, wahai engkau Ya Sayyidi Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidh Bin Syaikh Abubakar bin Salim.

Engkaulah panutan kami saat ini yang mengingatkan akan Allah SWT dan Rasulullah SAW, engkaulah penyejuk dahaga kami akan kehausan cahaya (nur) makrifat kepada Allah SWT. Memandang wajahmu mengingatkan kami kepada Rasulullah SAW, duduk bersamamu kami tidak terpikirkan oleh hal-hal yang berbau duniawi, melainkan kami mendapatkan hidangan dan pasokan cahaya (nur) makrifat dari Allah SWT yang membuat hati kami tenang dan sejuk.

Kami teringat perkataan datukmu Rasulullah SAW, beliau bersabda “Sesungguhnya Allah SWT mempunyai sejumlah hamba, siapapun yang memandang salah seorang diantara mereka walaupun hanya sekali pandang, maka ia akan hidup bahagia untuk selamanya”. Sampai seorang ulama berkata “Jika manusia mengetahui keuntungan yang diperoleh seorang ketika ia berdiri dihadapan seorang wali, pasti mereka akan menempuh jalan yang jauh untuk mendatanginya meskipun ia harus berdiri dihadapannya selama seratus tahun” (H. Yunus Ali Al-Muhdhor, Mengenal Lebih Dekat Al Habib Abdullah Bin Alwi Al Haddad, Cahaya Ilmu, Surabaya, 2010).

Engkaulah seorang ‘Arifun yang telah sirna memandang diri dan amalmu, hanya keikhlasan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW yang engkau tuju, seperti perkataan Syaikh Abu Madyan Al Hadidi, beliau mengatakan “Tanda-tanda ikhlas adalah apabila telah sirna darimu memandang makhluk dalam memandang Allah Al-Haq”.

Engkaulah ulama yang disucikan hatinya oleh Allah SWT, sebagaimana firman Allah SWT didalam Al-Qur’an “Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait (keluarga Nabi) dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya (Qs. Al-Ahzaab:33)”.

Kulukiskan engkau seperti ungkapan penghulu kami Al Imam As Syaikh Junaid Al-Baghdadi, beliau mengatakan “Seorang Arif laksana bumi yang rela diinjak oleh orang yang baik dan orang yang durhaka, dan laksana awan yang dapat menaungi segala sesuatu, dan laksana hujan yang menyirami apa yang disenangi dan apa yang tidak disenangi”. Ketenangan hati yang engkau miliki mampu membuat kami terpukau untuk selalu mengingat Allah SWT, dan ketenangan hatimu terpelihara sebagus itu karena hatimu selalu ingat kepada Allah SWT secara terus menurus, seperti firman Allah SWT didalam Al-Qur’an “Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram (Qs. Ar-Ra’d:28).

Dengan ketenangan hatimu itulah yang membuat hati kami menjadi tenang dan selalu ingat kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW. Memandang wajahmu tidak akan bosan dan segala macam permasalahan hilang seketika. Andaikan diwaktu kami selalu ada engkau, betapa gembiranya hati kami, karena engkau penuntun kami dan obat dari hati kami yang kotor akibat hal-hal duniawi. Duhai Cahaya Tarim Penyejuk Hati, kedatanganmu kami nanti-nantikan, seperti menantikan hujan dikala panjangnya musim kemarau. Dan berlabulah kedalam sanubari-sanubari kami, antarkanlah kami menuju kegerbang Makrifatullah, sehingga kami dapat menyaksikan Allah (musyahadah) dalam hati kami, dan bertemu Allah SWT dan Rasulullah SAW diakhirat nanti.

(Tulisan Andri Sastrodjimedjo)
SANG CAHAYA TARIM PENYEJUK HATI Reviewed by Unknown on 11:42 AM Rating: 5

No comments:

All Rights Reserved by Alwafa Indonesia © 2015

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.